Tuesday, 23 April 2013

Keluarga


Harta yang paling berharga,
adalah keluarga
istana yang paling indah,
adalah keluarga
puisi yang paling bermakna,
adalah keluarga
Mutiara tiada tara 
adalah keluarga

lagunya keluarga cemara, film jaman aku masih kecil :D

keluarga itu segalanya buat aku, disaat lelah dengan rutinitas yang ada, pulang ke rumah melihat keluarga menunggu di rumah, seketika pula rasa lelah itu hilang, bercanda tawa, pergi keluar rumah bersama-sama makan di restoran ternama kadang di warung kaki lima, menonton bioskop, berbelanja dan lain sebagainya. tidak pernah rugi menghabiskan waktu bersama keluarga, aku sangat sangat beruntung mempunyai keluarga seperti keluarga YUNIARS, YUNIngsih Abdul Rahman Saleh ;) .
kita semua kompak, terkadang ada berselisih paham, bertengkar, tapi itu semua wajar, karna kita makhluk sosial :D 
aku bahagia terlahir sebagai SILVIA ANDRIANI putri dari ABDUL RAHMAN SALEH dan NINING YUNINGSIH, 

adik dari BAYU PITRA TIRTA SISWANA, kakak dari TAUFAN ARIF RAHMAWAN dan ADITYA INDRA RAHMAWAN.


keluargaku bertambah  dengan adanya DEA FAUZIA kakak iparku, NAZIRA BAITA GHAISANI keponakanku 

suamiku ANUGRAH PUTRA HIDAYAT .

dan kucingku MUEZA :D
Aku selalu ingin membuat mereka tersenyum, tertawa dan menangis karena bahagia, tinggal menunggu kakak, bayi yang sedang ku kandung kini :*

Sometimes we miss the old moments but we have to grow up, the show must go on

(ade)

Hidup Untuk Belajar

aku belajar diam daripada banyak bicara
aku belajar sabar dari kemarahan
aku belajar mengalah dari keegoisan
aku belajar merendah dari kesombongan
aku belajar tegar dari kesulitan
dan

aku belajar menangis dari kebahagiaan
sejatinya hidup adalah untuk belajar
aku belajar bersyukur meski tak cukup
aku belajar ikhlas meski tak rela
aku belajar taat meski dirasa berat
aku belajar memohon meski tak sehati
aku belajar sabar meski terbebani
aku belajar setia meski tergoda
aku belajar memberi meski tak seberapa
aku belajar mengasihi meski disakiti
aku belajar mencintai setulus hati
meski terus dikhianati
aku belajar tenang meski gelisah

dan
aku belajar percaya meski dirasa sulit
dan aku belajar terus belajardan belajar
untuk ikhlas.

(Nining Yuningsih)

Sunday, 21 April 2013

Cermin

Untuk anak cucuku. Puisi ini sebenarnya dalam bahasa Inggris yang pernah dibacakan orang. Papa/Api mencoba menuliskan kembali dengan bahasa sendiri. Mungkin tidak pas, tetapi kira-kira demikian bunyinya. Hanya untuk dijadikan sumber inspirasi saja...inilah puisinya:


Ketika aku kecil dan belum punya kekuasaan
Aku bercita-cita ingin mengubah dunia
Cita-cita yang sangat mulia

Kemudian saat aku tumbuh dewasa dan mempunyai kekuasaan
Aku tetap tidak mampu mengubah dunia
Kemudian aku perkecil cita-citaku
Dan aku ingin mengubah negaraku
Ternyata mengubah negarapun aku tak mampu

Dan aku perkecil lagi cita-citaku untuk sekedar mengubah keluargaku
Apa yang aku pikirkan bahwa mengubah keluargaku sendiri mudah
Akupun tidak mampu melakukannya

Sesudah aku renta dan tidak punya kekuasaan apa-apa
Aku terbaring di tempat tidur menunggu ajal
Aku sadar, mengapa aku tidak mengubah diriku sendiri dulu
Barangkali dengan mengubah diri sendiri
Aku bisa memberi teladan kepada keluargaku untuk mengikutiku
Barangkali pula teladan itu mampu mengubah negaraku
Dan negaraku bisa mengubah dunia.

Sisa Laskar Tua

Puisi ini berisi nasihat buat anak-anak dan cucuku supaya hati-hati dalam memilih sahabat. Sangat susah memilih sahabat sejati.


SISA LASKAR TUA

Dulu ketika muda
Tenaga dan semangatmu menyala
Dunia seakan dalam genggaman jala
Segala keinginan dapat dicapai

Semua orang datang menghampiri
Mengaku sahabat teman berbagi
Banyak orang bahkan menjadi iri
Karena bagimu semua seakan diujung jari

Kini di usia senja
Tubuhmu mulai renta
Termakan usia
Berbagai penyakit mulai menyapa

Sahabat dan kawan meninggalkan
Karena kamu tidak dapat digunakan
Hanya sahabat sejati, anak dan isteri
Yang setia mendampingi

Bagimu tidak ada lagi
Yang masih berarti
Selain berbagi sisa ilmu duniawi
Untuk bekal akherat nanti

Tenaga dan semangatmu mulai meredup
Jantungmupun seakan enggan berdegup
Namun jiwa dan semangatmu yang masih hidup
Untuk menatap anak cucu yang hidup cukup

(Bogor, 28 Maret 2006)

Selamat Datang di Keluarga Yuniars

Ini adalah blog keluarga Yuniars dengan anggota:


Abdul Rahman Saleh
Nining Yuningsih
Bayu Pitra Tirtasiswana
Silvia Andriani
Taufan Arif Rahmawan
Aditya Indra Rahmawan
Dea Fauziah
Anugerah Putra Hidayat
Nazira Baita Gaizani

Semua anggota boleh posting (nulis) dalam blog ini

OK.